Mengukir Lembayung Senja Di Ibu Kota Jantung Linggar berdetak lebih cepat dari biasanya, tangannya juga sedikit dingin saat pertama kali membuka pintu mobil. Perasaan salah tingkah dan tidak karuan bercampur aduk, namun ia berusaha untuk tetap bersikap tenang. “Assalamu’alaikum,” sapanya saat membuka pintu Avanza Veloz berwarna putih itu. “Waalaikumussalam,” sosok dibelakang stir menjawab sambil tersenyum. Linggar menutup pintu mobil. “Sayang, seatbelt nya dipake ya,” sekali lagi pria dibelakang stir itu bersuara. Linggar tersenyum salah tingkah dan langsung memasang seatbelt dibadannya. “Saya Linggar,” ucapnya sambil mengulurkan tangan, disambut pria disebelahnya sambil tersenyum. “iya saya tau, kitakan sering chat berdua, aku Damar.” Mobil mulai melaju membelah padatnya jalan Ibu Kota Jakarta. Sesekali Damar menoleh kearah Linggar sambil tangannya tak lepas dari stir mobil. Ia tersenyum. Dan mulai bergurau untuuk mencairkan suasana. Linggar yang masih tetap sala...
Komentar
Posting Komentar